9 Perusahaan Besar yang Ada di Indonesia

9 Perusahaan Besar yang Ada di Indonesia

Beberapa tahun belakangan jamtogel, bisnis berbasis startup memang menuai banyak perhatian baik itu di tanah air maupun manca negara. Proyek bisnis startup sendiri kerap dikelola oleh kalangan anak muda. Dan hal itu terbukti dari data yang dikutip dari Tech in Asia menyatakan bahwa landskap bisnis di Asia Tenggara akan segera diambil alih oleh para generasi millenial.

Startup sendiri umumnya dikenal sebagai cikal bakal bisnis yang bergelut di bidang teknologi. Startup juga memiliki potensi keuntungan yang sangat besar apabila sudah tergolong berhasil. Terbukti ada banyak sekali startup sukses di Indonesia seperti Bukalapak, Tokopedia, Gojek, Traveloka, dan lain sebagainya. Di manca negara ada Facebook, Alibaba, WhatsApp, dan masih banyak lagi.

Satu hal yang mungkin menjadi kendala bagi pemula startup pemula adalah modal. Sebab untuk merealisasikan startup menjadi perusahaan membutuhkan modal yang sangat besar, sehingga hampir semua pegiat startup mencari pihak investor untuk membantu menangani masalah tersebut.

Namun bukan berarti setiap startup dibiayai. Karena pihak investor pasti pun tidak sembarangan dalam mendanai startup, mereka memilih startup yang memiliki potensi besar untuk berkembang dan sukses. Oleh karena itu, sebelum memutuskan mencari investor sangat disarankan untuk menimang pola startup anda secara jelas seperti apa yang akan dijual, produk atau jasa. Ranah pasarnya untuk golongan apa, dan lain sebagainya. Intinya startup harus benar-benar dipersiapkan matang-matang barulah anda bisa mencari pihak investor.

Ada beberapa relasi Angel Network atau investor di Indonesia. Perusahaan besar yang menjelma investor ini royal terhadap bisnis berbasis teknologi. Terbukti dengan banyaknya startup yang sudah mendapatkan pendanaan dari perusahan-perusahaan tersebut. Langsung saja, berikut adalah 9 Perusahaan Besar ‘Angel Network’ yang ada di Indonesia.

Djarum
Seperti yang sudah diketahui bahwa Djarum merupakan perusahaan rokok, berdiri sejak awal tahun 1950an. Serta dinobatkan sebagai salah satu penyedia rokok kretek terbesar di dunia pada tahun 1970, dan hingga sekarang Djarum menjadi perusahaan raksasa di Indonesia.

Meskipun basisnya perusahaan rokok, namun Djarum sudah merambah ke berbagai ranah sektor bisnis. Mereka juga turut ambil bagian dalam hal pendanaan startup-startup lokal maupun asing yang berpotensi memiliki perkembangan bagus. Dan, situs komunitas online terbesar di tanah air Kaskus, dan situs jual beli online Blibli merupakan dua contoh startup yang bernaung di bawah perusahaan Djarum. Selain itu ada infokost.id, Bolalob, Mindtalk, DailySocial, Opini, dan Kincir juga berada di bawah naungan yang sama.

MNC Group
Perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo ini rupanya tidak hanya aktif dalam media penyiaran saja, namun digadang-gadang juga berperan dalam sektor teknologi. Hal itu kuat karena pada tahun 2013, MNC Group membangun Joint Venture bersama perusahaan teknologi asal China yaitu Tencent. Tujuan pembangunan Joint Venture adalah agar memuluskan langkah mereka untuk bergabung dalam sektor teknologi khususnya berfokus pada pasar online di Indonesia.

Namun sayangnya selang beberapa waktu, berita mengenai Joint Venture tidak lagi terdengar. Namun diisukan MNC Group diam-diam masih menanamkan dananya di bidang teknologi.

Lippo Group
Lippo Group merupakan perusahaan yang paling santer dan aktif dalam menggelontorkan dana untuk startup-startup yang ada di Indonesia. Sebelumnya secara historis, perusahaan ini pernah tercatat sebagai salah satu pengembang real-estate terbesar di Asia Tenggara. Hebatnya lagi mereka juga memiliki aset dalam jumlah besar di Indonesia, misalnya Siloam Hospitals, Matahari department store, dan masih banyak lagi.
Adapun untuk startup lokal, Lippo diisukan berinvesati dalam jumlah besar ke banyak startup. Misalkan berinvestasi dengan meluncurkan MatahariMall, dan lain sebagainya. Dari banyaknya riwayat investasi yang dilakukan Lippo, paling menyita perhatian saat ini adalah sokongan dana di Venturra Capital sebesar $150 juta (sekitar Rp 2 triliun) untuk meng-handle startup di Indonesia dan Asia Tenggara.

Sinar Mas
Sinar Mas rasanya juga termasuk ke dalam jajaran konglomerat dan perusahaan paling berpengaruh di Indonesia. Sinar Mas didirikan oleh pebisnis Indonesia keturunan Tionghoa, Eka Tjipta Widjaja. Dengan komandonya, perusahaan ini aktif menjalankan bisnis di berbagai sektor seperti pulp dan kertas, real-estate, layanan keuangan, agrobisnis, telekomunikasi, serta pertambangan.

Tidak ketinggalan di bidang teknologi, Sinar Mas pun telah berinvestasi di beberapa startup semacam aCommerce, Female Daily, Network, GiftCard Indonesia, Cantik, serta HappyFresh. Selain itu perusahaan ini pun termasuk sebagai investor langganan bagi Ardent Capital, yang merupakan salah satu ecommerce paling agresif dalam kancah Asia Tenggara.

Emtek
Emtek pada awalnya hanya sebagai perusahaan yang menyediakan layanan PC, namun kemudian berkembang menjadi grup perusahaan yang modern dan terintegrasi dengan tiga sektor utama yaitu media, telekomunikasi, dan solusi kebutuhan IT. Kini perusahaan ini telah menjadi perusahaan yang cukup berpengaruh di Indonesia.

Mereka juga berinvestasi di bidang teknologi khususnya untuk startup seperti ecommerce Bobobobo, marketplace Bukalapak, toko online khusus busana muslim HijUp, serta ecommerce Kudo.

Salim Group
Banyak aset perusahaan besar yang dimiliki Salim Group seperti Indofood dan Bogasari. Mereka juga merambah dalam pengembangan properti dan industri hiburan. Dan perhotelan, pengembangan resor, lapangan golf, real-estate komersial adalah beberapa bisnis yang sudah dijalani oleh perusahaan ini.

Meskipun tidak gencar melakukan investasi teknologi di Asia Tenggara, namun perusahaan ini memiliki aset yang cukup besar di perusahaan asal Jerman, Rocket Internet. Tidak tanggung-tanggung, mereka memiliki 10 persen bagian saham dari perusahaan tersebut.

Tercatat, Salim Group bisa dibilang merupakan perusahaan Indonesia pertama yang berkecimpung di dunia ecommerce sejak tahun 1997 silam. Namun sayangnya mereka pernah menjual aset ecommerce yang dibangun, dan ingin kembali membelinya setelah beberapa waktu namun gagal.

Kompas Gramedia Group
Kompas Gramedia adalah salah satu perusahaan media terbesar di Indonesia. Pada awal berdirinya perusahaan ini, mereka menerbitkan surat kabar dengan oplah 4800 eksemplar di Jakarta Pusat setiap harinya. Mereka tidak mau terpaku terlalu lama di bidang itu, akhirnya dengan yakin Kompas Gramedia melebarkan sayapnya ke radio, majalah, televisi, toko buku, perhotelan dan pariwisata, serta media online.

Berjulukan sebagai perusahaan media terbesar, Kompas Gramedia rupanya tidak luput memperhatikan investasi dana. Banyak startup yang mereka danai, diantaranya Skytar Capital, Apps Foundry, dan lain-lain.

Ciputra Group
Terhitung ada 11 sektor bisnis Ciputra Group di Indonesia, diantaranya real-estate, pengembang properti, pusat perbelanjaan, hotel, apartemen, pertanian, layanan kesehatan, dan lain sebagainya. Mereka juga dinobatkan sebagai salah satu perusahaan dengan diversifikasi properti paling besar di Indonesia khususnya dalam jumlah produksi, lokasi, dan segmen pasar.

Namun hingga sekarang Ciputra Group belum dikabarkan ikut berinvestasi dalam ranah startup, tapi untuk saat ini mereka telah mendirikan ikubator Ciputra yaitu GEPI.

Bakrie Group
Bakrie Group didirikan sejak tahun 1942 oleh Achmad Bakrie. Perusahaan ini bergerak di berbagai sektor seperti pertambangan, gas dan minyak bumi, properti, telekomunikasi, dan masih banyak lagi. Tidak heran karena hal itu Bakrie Group menjadi kelompok bisnis terbesar di Indonesia.

Meski tergolong berkutat di bidang sumber daya alam, rupanya Bakrie Group tidak meluputkan investasi di bidang teknologi, Perusahaan ini pernah mendanai Path pada tahun 2014, namun sayang saat ini Path sudah berhenti beroperasi. Mereka juga bekerja sama terbatas dengan salah satu inkubator yaitu VC atau Converge Ventures. Meski kerja sama, Bakrie Group tidak punya kontrol dan operasional atas perusahaan tersebut.

Pernah Mencoba Bermain 5 Permainan Dengan Game play Paling Aneh Ini?

All Techno – Dalam permainan game memang bukan kali pertama sebuah game hadir dengan game play atau cara bermain yang benar-benar berbeda dan unik. Bahkan bisa dibilang, sebuah game baru wajib menggunakan sebuah cerita dan cara bermain yang unik sepenuhnya berbeda dengan game yang pernah ada.

game-play-unik

Namun 5 game di bawah ini tak hanya memiliki game play dan cara bermain yang unik saja. Saking uniknya, cerita untuk game play dibawah ini bahkan bisa dibilang aneh dan tak biasa.

 

Tak percaya? 5 game play di bawah ini menggunakan alur cerita dan cara bermain yang mungkin tak pernah kamu mainkan di game lain. Beberapa game saking anehnya sampai harus dilarang tayang atau dimainkan dengan ketentuan usia tertentu saja. Menarik ya? Simak saja 5 gamenya di bawah ini.bandar ceme

 

  1. Fallout Series

 

Dalam sebuah game, sudah bukan hal yang aneh lagi bila karakter di dalamnya wajib menunjukan sesuatu yang baru, sesuatu yang benar-benar unik untuk bisa memenangkan permainan. Entah itu memiliki daya tarik fisik untuk membuatnya menarik perhatian dari pemain lain dan bisa menambah level. Atau malah harus memiliki kekuatan untuk bisa melawan musuh dan bisa masuk ke dalam level yang lebih tinggi.

 

Namun pada Fallout Series ini, yang diperlukan lebih dari sekedar penampilan karakter atau bahkan kekuatan, namun malah kepintaran. Tak perlu yang lain-lain, hanya kepintaran yang seharusnya sangat ditekankan. Tanpa adanya kepintaran, maka hampir pasti karakter kamu tak akan bisa melakukan apapun. Bahkan tak bisa bertarung karena musuh juga akan terlalu kasihan dengan kebodohan karakter kamu.

 

  1. Undertale

 

Secara garis besar, permainan ini sendiri sudah sangat unik. Bagaimana tidak, kamu akan diminta untuk menghabiskan semua level di permainan bergantung pada pilihan yang kamu buat. Bila misalnya saja kamu mampu membuat pilihan yang tepat, bisa saja kamu tak perlu bertarung untuk bisa memenangkan permainan. Namun juga bisa saja salah-salah kamu membunuh karakter penting yang menjadikan nyaris mustahil untuk kamu menang.

Baca juga : Similarity Jakarta and Singapore

Game seperti ini sebenarnya mudah saja ditamatkan. Misalnya setelah beberapa kali bermain kamu akan tahu pilihan mana yang seharusnya dipilih dan pilihan mana yang pada akhirnya hanya akan membawa kamu pada kematian karakter. Serta tentunya pilihan mana yang akan membawa kamu pada kemenangan.

 

Kamu pun hanya perlu keluar dari game dan memulai dari awal dengan menghapus pengaturan atau saved game yang sudah dibuat sebelumnya. Mudah bukan? Namun tak semudah itu karena nantinya Undertale akan menyimpan semua pengaturan.

 

Jadi, meskipun sudah menghapus game, kamu tak bisa kembali ke awal tanpa menyelesaikan seluruh permainan. Seru, mengesalkan atau malah memuat tertantang nih?

 

  1. Metal Gear Solid 3

 

Nyaris semua seri Metal Gear Solid hadir dengan game play yang unik dan berbeda. Bahkan bisa dibilang berbeda dengan game play lain yang ada saat ini. Tapi dari semua keunikan tersebut, ada sesuatu yang lain dan berbeda dari Metal Gear Solid 3 satu ini.

 

Bukan hanya kekonyolan, game ini juga salah-salah bisa membuat kamu kehilangan karakter penting. Jadi di game ini, waktu akan tetap berjalan meski kamu tak bermain dan konsol dimatikan. Bila lama tak dimainkan, maka bisa-bisa musuh utama di Metal Gear Solid 3, The End akan mati sendiri karena usia yang menua. Jadi sisa game play hanya akan kamu tempuh dengan menyelesaikan misi saja.

 

  1. The Elder Scrolls III

 

Seperti game lain, di game ini pun kamu harus aktif membunuh karakter demi karakter yang ada di game. Namun berbeda dengan game lain di game ini kamu justru dapat membunuh semua karakter yang ada di game. Tak perduli apakah karakter itu karakter penting atau tidak.

Artikel Terpopuler: http://www.nagapokerqq.com/ForgetPass.aspx?lang=id

Jadi bisa misalnya saja kamu asal membunuh di The Elder Scrolls III ini, kamu salah-salah bisa membunuh karakter penting yang membuat kamu kalah dalam permainan. Atau menyelesaikan permainan sebelum waktunya. Uniknya, ada banyak sekali karakter penting yang harus hati-hati jangan terbunuh.

 

Peeking the Secret of Bad Streets in Singapore

Singapore is one of the busiest cities in Southeast Asia

All Techno – Singapore is one of the busiest cities in Southeast Asia. But unlike Bangkok and Jakarta are often adorned with traffic jams on the highway, similar things seem absent there. So what’s the secret?

Director of Data Government Government Digital Services from Government Technology Agency of Singapore (GovTech), Liu Feng-Yuan said there is a special treatment conducted judi poker online by the Singapore government so that residents do not complain about congestion on the road.

Similar to Jakarta, Singapore does not have enough road infrastructure growth to accommodate the current population growth of 5.5 million people. Road construction occurs only in 12 percent of the area, much smaller than the 14 percent increase in housing. To that end, GovTech makes two types of road routes namely the main line and the path called Beeline.

This road route is different from the main route that never changes and is facilitated with mass transit such as MRT and SBS. Beeline is facilitated by private company vehicles or third parties such as Grab to serve a more dynamic route.

Similarity Jakarta and Singapore

“We are open to not only working with Grab for all Beeline operations, but the government is looking forward to working with other players interested in developing innovations with different technology-based modes and options,” said Feng-Yuan.

Just information, which is a dynamic route that is the flexibility of the availability of bus pengampu (shuttle) to transport passengers on demand number and lane. Cooperation GovTech and Grab for example, only serve the routes required users.

GovTech judge the Beeline path is like a living thing that can sometimes develop but can also die. In addition, this kind of cooperation is expected to add options for people whose areas are not covered by mass transportation.

Artikel Terpopuler: http://www.nagapokerqq.com/ForgetPass.aspx?lang=id

“Currently we have 47 routes, but there are also routes that can be increased if demand is high and some are shut down because it is not needed,” explained Lim Kell Jay as Head of Grab Singapore.

Beeline has been built by the Singapore government 1.5 years ago. Currently, they already have 100 dynamic routes that work with eight transport companies. Some of these routes can be accessed through the GovTech website or the smart phone app. From there, residents of Singapore can access the routes available in certain areas and view their schedules and book trips.

However, for those who want to take advantage of this service must debit some money using a credit card. If the number of passengers is sufficient, then one company will provide the bus driver. The minimum number of quotas is determined by each company from 20 to 30 passengers for one departure on one line.

“If the number of passengers does not meet the quota, then the trip will be canceled and your money back.For business cost, we submit to every company.Some routes are open to the public, but some are only available to employees of a company,” added Feng-Yuan.

The route based on the results of this customer’s (crowdsourcing) can begin after 1-2 months of demand and the ultimate goal is not to make a profit. However, the government allows private companies to take advantage.

Such a system, reportedly will also be brought Grab to Indonesia through GrabShuttle. But when confirmed, the Grab can not be sure when it was realized. In the meantime, in the future GovTech plans to bring a car without driver mode more broadly on the streets of Singapore.

“The transport authority is planning to operate buses and cars without drivers, we are open with the initiatives of contractors, but so far the project is still limited to pilot projects, limited in some areas in Singapore,” he concluded.

Camera Phone Not So Focus Xiaomi

Xiaomi indicated it would not participate in the competition of mobile phones with large resolution camera features

All Techno – Xiaomi indicated it would not participate in the competition of mobile phones with large resolution camera features. According to them the phone does not merely put forward the greatness of the camera.

Director of agen judi bola Product Management and Marketing Xiaomi Global Donovan Sung said his phone prefer to focus on the device as a whole rather than focusing on one feature only.

“We focus on the product as a whole, our mobile phone is not only good in one aspect,” Donovan said after launching two new mobile phones in Casablanka City, Jakarta, Wednesday.

This answer is related to the launch of Xiaomi Redmi Note 4 and Redmi 4X just finished. From the launch it is known both phones are equally only carrying the main camera 13MP resolution and 5MP front camera.

“A camera with that big resolution is enough for us,” Donovan added.

Whereas as widely publicly known, other mobile manufacturers such as Oppo and Vivo focus on their camera technology with a magnitude of resolution is very large compared to its competitors.

But it did not seem unshakeable to Xiaomi’s establishment. This is evident from the features provided by Xiaomi in their two new phones for Indonesia.

Both Redmi Note 4 and Redmi 4X both have advantages in the duration of mobile phone with 4.100mAh battery. Donovan even dare to claim Redmi 4X can last up to 18 days in a stand-by position.

In addition to the battery, the spotlight is also on the chipset that they both use. Redmi Note 4 uses the 625 octa-core Snapdragon 2.0GHz, while Redmi 4X uses the Sanpdragon 435 octa-core.

But like the characteristics of Xiaomi in previous mobile phones, cheap prices remain so excellent in their two new phones. Xiaomi membanderol Redmi Note 4 worth Rp2.399.000, while Redmi 4X can be obtained with dowry Rp2.090.000.